0822 7676 9394 / 0853 6137 1674 official@indiemap.id

Software GIS (Geographic Information System) diguakan untuk mengolah peta sehingga dapat digunakan. Nah, dalam pembagiannya, software ini terbagi dua, yaitu yang berbayar dan yang open source, apa saja perbedaanya. Mari kita bahas.

Sebelum itu, kita harus tau terlebih dahulu apa itu arti dari kata “open source”. Pernahkah kalian mewarnai pada buku gambar mewarnai. Meskipun ada gambar awan, kita ga selalu harus mewarnai awan itu dengan warna biru, kita bisa menggunakan warna jingga untuk sore dan agak kekuningan untuk pagi. Open Source mirip dengan itu, ada seseorang yang mem-

buat software itu, lalu membagikan kerangka dasarnya. Nah, orang lain, di bebaskan untuk memakainya dan juga memodifikasinya. Tetapi kerangka dasar tidak akan pernah berubah. Seperti layaknya Linux atau Windows di laptop. Linux bersifat open source dan gratis, sedangkan windows berbayar dan hanya bisa di modifikasi oleh Microsoft selaku pemegang paten Windows. 

Mungkin kebanyakan dari kita hanya sering mendengar software ArcGIS yang digunakan untuk pembuatan peta. Ya, memang itu software umum yang sering di pakai. Namun mari kita cari alternatif lain beserta keunggulannya.

Berbayar

 

Software GIS yang berbayar contohnya yaitu seperti : ArcGIS, Global Mapper, MapInfo, Ermapper.

Kebanyakan software berbayar memiliki banyak ahli dibidangnya, sehingga hal ini membuat pengembangan software menjadi cukup terarah dan dimanajemen dengan baik. Juga menjadi satu-satunya pemegang hak cipta untuk produk mereka sehingga bisa mengembangkan softwarenya tanpa gangguan ataupun intervensi dari pihak lain.

Karena memiliki tim yang lengkap untuk pengembangan, software GIS berbayar seperti ArcGIS memiliki fitur  dan tools yang cukup lengkap untuk membuat peta. Selain itu user interface atau tampilan muka yang diberikan jauh lebih menarik dan mudah untuk digunakan.

Kekurangan yang sering dihadapi untuk software GIS berbayar adalah mahalnya lisensi, tentu berdampak besar apabila dalam suatu perusahaan ada banyak komputer yang perlu untuk diinstal software tersebut. Begitu pun pembelian satu lisensi hanya dapat digunakan untuk satu komputer saja.

Selaku pemegang hak cipta dan pengembangan, hal ini juga berdampak kalau software tersebut memiliki bug atau kesalahan, kita harus bersabar untuk versi update dari software GIS berbayar. Versi berbayar yang mengincar keuntungan juga cenderung membuat software untuk sistem operasi yang paling banyak diminati saja, atau tidak compatible dengan banyak platform, misalnya ArcGIS yang belum tersedia bagi Linux.

Open Source

Software GIS yang berbayar contohnya yaitu seperti : QuantumGis, MapWindow, GrassGIS.

Open source cepat berkembang karena semua orang bisa memodifikasinya dan gratis. Ini tentu merupakan salah satu keuntungan yang kita peroleh yaitu gratis. Untuk dinas resmi yang mengolah peta, mereka harus menggunakan software yang legal. Nah, untuk penggunaan software seperti ArcGIS, mereka harus membayar lisensi untuk bisa di gunakan. Karena mereka akan di kenakan sanksi hukum apabila mengunakan software ilegal ataupun crack. Jadi, mereka akan sangat menghemat anggaran apabila menggunakan software yang gratis.

Seperti yang di sebutkan di atas, bahwa software yang open source lebih cepat berkembang dibanding kan dengan software berbayar. Contohnya saja Linux yang berkembang menjadi Android dan Macintosh (operating system Apple). Semua orang yang punya wawasan yang cukup untuk membuat perkembangan software ini membuat jauh leibh cepatnya berkembang dibanding dengan software berbayar sejenis.

Dibalik kelebihannya tentang pengembangan dan harga yang gratis, kebanyakan software GIS open source juga memiliki kelemahan. Seperti fitur yang ada di dalam software yang lebih sederhana dan tidak sebanyak software GIS berbayar. Hal ini tentu saja di karenakan software GIS berbayar memang mengusung untuk membuat software yang berfitur lengkap. Juga ketika ada tools yang tidak tersedia, pengguna harus mencari tau plug-in atau ekstensi apa yang perlu ditambahkan untuk mengolah peta yang sedang dikerjakan.

Pengguna juga yang beralih ke open source untuk pertama kali sering merasa kebingungan dengan tools dan tampilan yang tidak seperti software GIS berbayar yang biasa mereka pakai. Karena tentu saja banyak perbedaan di sana sini.

Penulis : Admin ZW