0822 7676 9394 / 0853 6137 1674 official@indiemap.id

Postingan ke dua, setelah kemarin membahas tentang WebGIS. Kali ini membahas tentang citra. Bagi orang yang bergelut dibidang perpetaan, mungkin kata citra akan tak asing, tapi bagaimana dengan orang awam. Nah, tulisan ini di tujukan untuk mereka. Mudah-mudahan tercapai, doain. Citra, sebuah penglihatan jarak jauh. Citra mungkin banyak kita dengar di sehari-hari. Artis tertentu bercitra baik, atau seorang pemuda itu baik, berarti citra nya baik. Citra seperti pandangan terhadap orang tertentu yang melekat di dirinya. Tapi tunggu dulu, itu konsep citra di kehidupan bermasyarakat, kalau yang kita bahas, tentu beda lagi.

Ada yang udah tau drone ? benda terbang yang memfoto dari ketinggian. Nah, foto dari jarak jauh itu, disebut juga citra. Bedanya, citra yang biasanya digunakan oleh orang perpetaan di ambil dari satelit, bukan drone. Cukup mudah kan.

Foto menggunakan drone

(www.fotografermedan.net)

“Citra adalah gambaran visual tenaga yang direkam dengan menggunakan piranti penginderaan jauh” Ford (1979)

Di zaman dulu, sebelum citra ada. Seseorang kalau mau memetakan sebuah tempat atau lokasi, harus mengelilingi tempat tersebut atau melihat tempat tersebut dari bangunan yang lebih tinggi. Nah, kalau tempat itu susah di kunjungi. Pasti ga pernah ada orang yang bisa memetakan tempat tersebutkan. Ini lah yang bisa dilakukan oleh citra, ia bisa mengambil gambar yang bisa dibuatkan peta, disemua tempat. Gunung meletus, jurang, lembah berbahaya, jadi bisa dipetakan.

Peta juga jadi lebih cepat dibuat sejak ditemukan teknologi ini. Dari yang dulu berbulan-bulan kalau mau metakan kawasan yang luas, kini hanya hitungan minggu. Efisien dan jauh lebih cepat. Bayangin dulu seseorang harus banyak mempersiapkan sesuatu untuk memetakan, semua alat petualangan. Sekarang, kita bisa duduk nyaman di kursi kerja, dan tau tempat yang kita petakan hanya bermodalkan komputer atau laptop, dan tentu saja ada citranya ya.

Citra juga bisa buat pekerjaan yang lebih luas karena sekarang banyak jenisnya. Kita bisa tau persebaran ikan di laut, persebaran debu vulkanik gunung meletus, perkembangan mangrove di daerah pantai dan lainnya. Penggunaan nya semakin banyak dan luas di era sekarang.

Jenis citra ada banyak banget sekarang. Dulunya, citra diambil dari pesawat yang sedang terbang. Lalu sejak di luncurkan satelit, citra jadi ada dua jenis, yaitu citra satelit dan citra foto udara. Lalu ada dua jenis juga di foto udara yaitu berwarna dan hitam putih. Tapi untuk citra satelit masih ada banyak lagi. Ada citra hitam putih, berwarna, inframerah, false colour, dan lain sebagainya

Citra True Colour (Kanan) dan False Colour (Kiri)
Contoh Citra Penggunaan Lahan

Karena citra banyak jenisnya, maka manfaatnya juga meliputi banyak bidang. Dibidang geografi misalnya, berguna untuk pemetaan tematik. Dibidang geologi, untuk melihat penampakan bebatuan yang berbeda-beda. Dibidang pertanian dan kehutanan, bisa untuk mengidentifikasi hutan mangrove, hutan rawa, penggunaan lahan. Dibidang perikanan, berguna untuk melihat fenomena yang terjadi di laut, persebaran ikan contohnya. Militer, untuk mengetahui batas teritorial wilayah dan kekuatan musuh. Dan masih banyak lagi.

Untuk meluncurkan satelit yang bisa membuat citra, tentu sangat mahal. Begitu juga dengan citra yang dihasilkan. Ya meskipun begitu bukan berarti kita ga bisa menggunakan citra loh. Citra ada yang berbayar juga ada yang gratis. Citra yang gratis yang seperti Landsat, Bathymetri, SRTM. Dan yang bayar seperti Quickbird, Digital Globe, dan lain sebagainya. Kalau di Indonesia, citra Quickbird untuk suatu kawasan seluas desa atau kelurahan saja, hitungannya jutaan. Lumayan mahal juga sebenarnya.

Contoh Citra Quickbird

Ada yang pernah makai Google Maps ? Di Google Maps kita juga bisa liat citra, kalau kita klik sebuah kotak yang ada bacaannya satelite. Maka akan terbuka citra wilayah kita. Google Maps juga merupakan hasil digitasi dari berbagai citra. Kalau kita melihat suatu pulau, itu hasil digitasi dari citra Landsat, kalau kita buka lebih detil lagi, sampai rumah nya kelihatan, itu bisa merupakan citra dari Quickbird atau  Digi-        

tal Globe, atau lainnya. Jadi Google ga memetakan nya dengan datang langsung ke suatu wilayah. Bisa lama banget mereka kalau mau metakan seluruh dunia kan. Nah, navigasi yang kita gunakan sehari-hari di Google Maps, berasal dari citra yang di olah. Kita tanpa sadar sudah menggunakan citra di dalam kehidupan sehari-hari. Berkat adanya peta dasar dari Google Maps, banyak aplikasi bermunculan di smartphone kita. Gojek, Google Maps, Grab, Pokemon Go, dan masih banyak lagi.

Penulis : Admin ZW